RSS

Analisis Search Usability di www.indonesia.tavel

Analisis Web

Analisis Home Page :

Berdasarkan buku Don’t Make me Think karya Roger Black halaman 95-96, ada beberapa unsur yang harus dimiliki oleh home page :

Unsur yang harus dimiliki Warna pada gambar Ketersediaan pada web
Site identity and mission Merah Ada
Site Hierarchy Oren Ada
Search Kuning Ada
Teases Hitam Ada
Timely Content Merah Hati Ada
Deals Pink Ada
Shortcuts link Hijau Ada
Registration Ungu Ada
Tagline Biru Ada


>> Jika pilihannya browsing maka kita harus menjelajah isi web untuk mecari info apa yang kita inginkan.Ketika pertama kali membuka setiap website pasti berpikir ”Hmmm.. what should I do first?”. Ada 2 pilihan dalam menentukan hal tersebut, yakni searching atau browsing.

>> Jika waktu yang dimiliki tidak banyak dan ingin cepat mendapat informasi yang dibutuhkan, gunakan search.

Dan sekarang saya akan membahas mengenai search usability di www.indonesia.travel.

Selamat membaca..

Dalam website ini ada 2 kotak search yang sanagt membingungkan bagi saya sebagai user.

1. Kotak search paling atas yang selanjutnya akan saya sebut kotak search1

2. Kotak search by destination yang selanjutnya akan saya sebut kotak search2

 3.  Kotak search by activity yang selanjutnya akan saya sebut kotak search3

Ada 3 kota search kalau dijabarkan lagi. Kotak search yang pertama mungin untuk pencarian secara general dan kotak yang kedua untuk pencarian ke tempat tujuan aja, lalu kotak yang ketiga untuk pencarian aktivitas yang ada di pulldown menu saja. Lalu pertanyaan saya yang pertama adalah kenapa harus dibedakan antara ketiganya ini? Dan kenapa yang satu ditaruh di bagian atas sehinga terlihat pertama kali saat user membuka web namun search yang kedua dan ketiga terletak di bagian tengah web dan user harus scroll layar terlebih dahulu baru terlihat search box tersebut? Apa maksud dari designer membuat tampilan seperti ini?

Dan hal kedua yang saat pertama kali melihat ini adalah “Apa fungsi dari button Reset?” menghapus apa yang sudah kita tulus di search box kah? Hanya itu? Saya pribadi dala pencarian by activities lebih memilih untuk menggerakkan pulldown ke bawah dan memilih mana yang selanjutnya saya akan cari, tanpa harus menggunakan tombol reset.

Selanjutnya, kita coba menggunakan search usability terebut.

–> Pencarian by activities

Dan saya memilih shopping. Apa hasilnya?

Kesan pertama adalah hasil didapat berdasarkan bintang rate-nya.

Begitu kita memilih Surakarta, cukup bagus apa yang disampaikan di page selanjutnya. Sudah ada pemisahan topik, jadi user dapat memilih info apa yang ingin diketahui olehnya.

–> Lanjut ke pencarian di Search1

Hasilnya kok beda ya? Sampai hasil pencarian keenam belum keluar juga Surakarta yang tadi ada di hasil pencarian paling atas.

Hal ini akan membingungkan user dan mulai menghilangkan kepercayaan user terhadap website terutama hasil pencariannya. Dan dalam pencarian melalui search1 tidak diikutsertakan jumlah hasil pencarian atau berapa item yang berhasil ditemukan. Berbeda dengan pencarian tadi yang menemukan 10 itemdan menyebutkannya di awal.

Jumlah yang ditemukan dalam search harus diperlihatkan karena user berhak mengetahui informasi tersebut.

Selain itu hasil pencarian untu Judul dan teks di bawahnya pun  terlalu tipis, membuat user agak malas membacanya. Dan kurang terlihat apakah itu link atau bukan.

3. Bagaimana dengan nyari kata kunci Shopping di search2?

Ternyata hasil yang ditampilkan beda lagi. Sangat disayangkan website yang dari penampilan luarnya sangat menarik tetapi search usabilitynya malah tidak meyakinkan seperti ini?

–> Mencari Indonesian Hotel di search2 dan ternyata no results, lalu malah muncul 2 kotak search. Membingunkan user apa bedanya 2 kotak box itu?

–> Akhirnya coba mencari Indonesian Hotel dengan search1 dan ternyata ada hasil pencarian untuk Indonesian Hotel.

–> Di hasil ke-5 dari pencarian Indonesian Hotel ada title “GRAGE SANKAN HOTEL”. Lalu saya coba mencari dengan huruf keil “grage sangkan hotel” dan ternyata dia tetap di urutan kelima. Urutan pertama tetap Batam Hotel. Lalu saya coba mengetikkan dengann huruf capital, tapi ternyara tetap ada di urutan kelima dan tidak berubah diurutan pertama. Lalu pencarian di web ini berdasarkan apa??

–> Selanjutnya saya coba mencari Merpati Airlines, dan ternyata keluar 2 results. Namun begitu saya buka pilihan paling tas,tidak ada sama sekali kata Merpati Airlines di page tersebut.

–> Mencari kata Grand Aquila Bandung, dan hasil tab destination yang ditampilkan adalah sama dengan hasil pencarian dari kata Bandung. Dan urutan Grand Aquila Hotel yang semula ada di page 4 hanya pindah ke page 3, bukan ke urutan paling atas. Padahal saya sudah sama mengetikkan keyboardnya dengan judul dari page tersebut.

–> Selain itu, search usability di website ini tidak dilengkapi dengan pengkoreksian kata. Jadi saat user salah dalam pengetikkan atau lupa pengejaan apa yang ingin dicarinya, user akan tetap mendapat 0 result!

Saran design search box dari saya :

Tidak usah ditampilkan lagi search by activity ataupun destination karena cukup dengan 1 search box tapi menjamin data yang ditampilkan sesuai dengan pencarian user sehingga tidak mengecewakan user dan tidak membingungkan user. Lagipula saat kita mencari dari search1, kita sudah disajikan dengan hasil pencarian by destinations,event,articles, news, dan lain-lain. Jadi sudah cukup untuk menampilkan apa yang dicari user.

Daftar Pustaka

Steve k.2005.Don’t Make me Think : A Common Sense Approach to Web Usability Second Edition. Burkeley : New Riders Publishing.

 
Leave a comment

Posted by on October 24, 2011 in Interaction Design

 

CONTOH-CONTOH TOP 10 KESALAHAN DALAM WED DESIGN

  1. Bad Search
                  >>  contoh web yang bad search : www.motogp.com

Hasil dengan kata pencarian “Casey Stuner”

Hasil dengan kata kunci pencarian “Casey Stoner”

Dalam contoh website dari Official Website MotoGP ini fungsi search di dalam site hanya dapat mencari kata yang sama dengan yang dituliskan user dalam kotak pencarian. Saat saya mencoba mencari Casey Stoner dengan ejaan yang salah, yakni Casey Stuner tidak ada satu pun result yang menyatakan bahwa dalam site tersebut ada Casey atau Stuner atau Casey Stuner. Dalam search usability tersebut juga tidak dilengkapi dengan pengoreksi kata. Sehingga sesorang yang salah dalam pengetikan harus menulisnya sesuai dengan ejaan yang benar. Lalu bagaimana jika user lupa dengan penulisan yang benarnya?

Hmm.. mungkin lebih baik mencari dari search engine dibandingkan harus berpikir mengingat-ngingat dan mencoba-coba bagaimana penulisan yang benar.

               >> Contoh Web yang Good Search :

http://www.u-tokyo.ac.jp/en/

Website dari Tokyo University merupakan salah satu contoh website dengan search usability yang baik. Di sana terdapat pengkoreksian kata ketika user lupa cara penulisan atau salah dalam pengetikan. Di sana muncul “Did you mean: ?” bermaksud membenarkan ejaan dari kata kunci pencarian user dan dimunculkan page-page yang memang punya frekuensi paling sering dikunjungi. Dan tentunya hal ini sangat membantu pengguna.

2. PDf Files for OnLine Reading

           >> contoh pdf files for OnLine Reading

http://www.nsf.gov/bfa/dias/policy/index.jsp

Pada website tersebut ketika saya mengklik link “Examples of Activities …” yang keluar adalah PDF file di dalam page yang sama dengan yang sedang say abaca. Tentu hal ini sangat tidak nyaman bagi user yang sedang menjelajahi sebuah web karena tiba-tiba muncul file .pdf dengan huruf yang tipis dan kecil juga panjangnya nerhalaman-halaman, sekaligus membuat user harus berpindah dari scroll bar-nya. :D

     >> Contoh web dengan solusi lain selain PDF

http://microscopeinternational.com/Steindorff-Hand-Held-Digital-Microscope

Website di atas merupakan contoh yang baiknya. Kenapa saya bilang ini lebih baik disbanding website sebelumnya? Karena dia tidak membawa saya ke dalam file PDF, website ini tetap menamppilkan kepada saya file html yang masih nyaman untuk dibaca. Dan website ini pun menyedikan cara alternatif yang lain jika menurut kita ini terlalu panjang dan kita ingin memiliki hasil cetaknya tanpa melalui PDF File terlebih dahulu seperti website sebelumnya.

3. Not Changing The Colors of Visited Links

      >> contoh web yang tidak mengganti link yang sudah dikunjungi

pustaka.unpad.ac.id

Salah satu kesalahan yang paling sering ditemukan ketika saya membuak website adalah tidak ada penanda berupa perbedaan warna atau apapun yang membuat saya tidak tahu pasti link-link mana saja yang sudah saya buka. Ini cukup membingungkan apalagi jika kita sampai kembali lagi ke page yang sudah pernah kita buka dan kita tidak menemukn informasi yang dicari di page tersebut.

     >> contoh web yang mengganti warna link yang sudah dikunjungi user

http://www.nsf.gov/bfa/dias/policy/index.jsp

Sementara pada website ini, ada perubahan warna dari link mana yang sudah kita buka, yang sedang kita buka dan apa yang belum kita buka. Tentunya hal ini akan sangat membuat user nyaman saat menjelajahi isi sebuah web.

4.  Non Scannable Text

      >> yang penuh dengan text

http://www.catastrophic.org

Website tersebut merupakan contoh yang buruk karena penuh dengan tulisan yamg memaksa user untuk membaca informasi tentang Catastrophic Insurance. Ingat bahwa “Jangan pernah membuat user berpikir terlalu keras!” atau user akan lebih memilih untuk meninggalkan website tersebut. User lebih senang dengan melakukan banyak klik dibandingkan harus membaca tulisan yang panjang seperti itu. Lagi pula, user membaca website dengan teknik scanning  bukan membaca secara keseluruhan. Jadi, buat user merasa nyaman dengan menyajikan informasi di point-point. Karena bagi user lebih baik banyak mengklik dalam menjelajahi sebuah web dibandingkan dengan membaca teks yang panjang seperti contoh web di atas.

         >> contoh web yang menggunakan alternatif lain untuk text yang panjang

http://windows.microsoft.com/en-US/windows7/Installing-and-reinstalling-Windows-7

Jika mengklik salah satunya akan muncul informasi yang kita cari,. Membaginya ke dalam beberapa pont penting lebih baik dibanding menumpukkannya dalam satu halaman yang panjang tanpa poin-poin. User akan malas membaca teks yang begitu panjang, dan lebih memilih banyak mengklik disbanding membaca. User menggunakan teknik scanning dalam membaca informasi di website bukan membaca keseluruhan isi web. Jadi,  kita harus buat user senyaman mungkin dan lebih cepat dalam menemukan informasi yang dia cari.

http://windows.microsoft.com/en-US/windows7/Installing-and-reinstalling-Windows-7

5. Menggunakan Fixed Font Size sehingga Menyulitkan Pembaca

     >> contoh web yang menggunakan fixed font

http://www.topgolf-store.com/content_page.php?id=20

Untuk sebuah website tidak diperlukan Font Size pasti. Harus ada fasilitas lain untuk user yang telah berusia lebih dari 40 tahun dan ingin membuka website anda. Salah satu contoh yang tidak memperhatikan bagaimana user si usia tersebut membaca site ini adalah www.topgolf-store.com. Saya mencoba mengubah font size ari menu Option Web Browser saya dan ternyata tidak ada perubahan pada website ini. Lain halnya ketika saya membuka www.useit.com yang telah merubah font size-nya mengikuti option di Web Browser saya. Dan ketika font size-nya saya kecilkan pun, www.useit.com ikut merubah tampilan font-nya menjadi sangat kecil dan lebih banyak informasi yang dapat ditampilkan dalam satu layar. Fungsi ini seolah sama dengan “Ctrl”+”+” dan “Ctrl”+”-“ yang berfungsi untuk memperbesar dan memperkecil keseluruhan isi page seperti fungsi dari Zoom In dan Zoom Out, namun kenyataannya fungsi ini berbeda dengan kedua hal tersebut.

Mungkin ada yang beranggapan untuk apa lagi kita memakai fungsi ini, toh sekarang sudah ada “Ctrl”+”+” dan “Ctrl”+”-“ ? menurut saya,  designer harus memberikan banyak alternative terhadap user dan tentunya memang diharapkan untuk kenyamanan user.

>>  Contoh yang baik  http://www.useit.com/alertbox/9605.html

Setelah ukuran font diubah menjadi sangat besar, maka hanya sejumlah informasi ini yang akan ditampilkan di web browser anda, selanjutnya anda harus melakukan scroll.

Setelah ukuran font diubah menjadi sangat kecil dan akan menjadi sangat banyak informasi yang ditampilkan dalam web browser anda.

6. Page Tilte with Low Search Egine Visibility

>> Contoh yang buruk

http://www.ltic.com/Default.aspx

Salah satu kesalahan yang sering kali dilakukan para designer web adalah masih memakai kata-kata yang umum dalam tagline mereka, seperti “Welcome”. Bahkan ada beberapa website yang masih memakai kata-kata yang umum seperti welcome tersebut di dalam penulisan Title ID di Home page, dan tentu hal ini yang sangat disayangkan. Karena selain akan menyulitkan search engine untuk mencari website anda, anda juga telah menyia-nyiakan 7 karakter dari 66 karakter yang disediakan untuk tagline di search engine. Jadi, sebisa mungkin hindari kata “welcome” atau apapun yang lazim digunakan, akan lebih baik langsung disebutkan nama perusahaan yang anda buatkan websitenya.

>> Contoh yang baik : www.pmi-jakarta.org

Website ini langsung menyebutkan nama instansi di Title ID tanpa kata-kata pendahulunya yang dianggap umum. Website ini juga memberikan tagline yang memang menggambarkan apa isi keseluruhan dari page tersebut, yakni “Darah Sumber Kehidupan”. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah tagline berbeda dengan motto instansi. Tagline menjelaskan apa isi dari page tersebut sedangkan motto adalah kaidah yang harus dipegang oleh sebuah instansi dalam pekerjaannya.

7. Jangan buat tampilan seperti iklan

>> Contoh yang buruk

http://musik.kapanlagi.com/berita/

Buka kapanlagi.com untuk mencari berita? Mengecewakan. Karena saat mengklik menu “berita” yang keluar adalah iklan Syahrini dan harus menunggu 15 detik untuk ke page selanjutnya. Yang mau saya cari berita bukan iklan Syahrini! Dan setelah menunggu 15 detik lalu apa yang terjadi? Berita yang muncul sedikit sekali dan malah page-nya penuh dengan iklan yang bergerak-gerak, berganti gambar, dan lain-lain. Lalu apa yang akan dilakukan oleh user saat menemukan web seperti ini?? Tinggalkan saja webnya!

Oleh karena itu, janganlah membuat website yang dimana-mana penuh dengan iklan yang berganti-ganti gambar atau bergerak-gerak atau berkelap-kelip karena tetap saja user akan malas melihatnya dan memilih untuk tidak menghiraukannya.maka jangan buat sesuatu di web anda dengan tampilan seperti iklan-iklan tersebut.

>> Contoh tampilan yang baik

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/

Ini salah satu contoh baiknya. Ketika anda ingin mencari berita, di website ini disediakan pilihan news yang anda inginkan. Dan satu hal yang lebih membuat web ini nyaman adalah tidak ada penempatan iklan yang terlalu banyak dan tata letaknya yang rapih, tidak ada iklan yang muncul di sana-sini.

8. Ikuti Conventions

>> Contoh yang buruk http://www.joglosemar.co.id/welcome.html

“Innovate when you know you have a better idea (and everyone you show it to says “Wow!”), but take advantage of conventions when you don’t.”  (Roger Black, Don’t Make me Think)

Sebuah home page dari website harus memenuhi peratanyaan standar dari user, seperti :

  • Where is the button?
  • What should I do first?
  • Where am I?
  • Which is clickable?
  • What can I get in here?

Dan website ini tidak menjawab semua pertanyaan saya, sangat membingungkan berada dalam website ini. Apa maksudnya website ini? Apa yang bias saya cari di sini? Kotak search saja tidak ada! Dan ternyata ada beberapa yang bias diklik di web ini. Saya ambil contoh mengklik tulisan “Welcome to Indonesia”. Dan saya pindah halaman. Terbuka page yang sangat panjang penuh dengan teks dan tanpa ada button yang terlihat oleh saya. Sampai kepada bagian akhir page baru ada tulisan “back to home” .. Hal ini sangat memusingkan bagi user. Berinovasilah ketika anda yakin anda memiliki ide yang lebih baik dimana banyak orang akan mengatakan Wow!! Tapi jika anda tidak yakin , sebaiknya ikuti saja Konvensi-nya.

>> Contoh yang baik : http://www.pelni.co.id/ dan http://www.pelni.co.id/contents/kabin-kelas-1

Website PELNI ini termasuk mengikkuti Conventions menurut saya, karena :

  1. Sangat jelas yang mana section dan subsection serta clickable.
  2. Pembedaan warna membuat user lebih mudah menggunakan web site ini dan pengelompokkannya memudahkan user mencari info yang diinginkan.
  3. Apa yang ada di home page sangat bermanfaat untuk user yang ingin bepergian dengan PELNI dan ingin tahu lebih jauh tentang pelayanan PELNI saat ini.

9. Opening New Browser Window

>> Contoh yang buruk : http://www.indonesia.travel/en/destination/456/solo-surakarta/review

Pada website ini ketika kita ingin memberikan review tentang suatu tempat weisata, kita harus login facebook terlebih dahulu. Tapi kenapa harus di window baru? Kenapa tidak membuka tab baru saja?

Membuka tab baru lebih meudahkan user untuk berpindah ke page sebelumnya karena dapat dengan mengarahkan ke tab sebelahnya. Lain halnya dengan membuka window yang baru, akan sangat sulit bagi user untuk pindah ke page sebelumnya.

>>Contoh yang baik : http://www.transstudiobandung.com/index.html

Dalam website ini ketika mengklik icon facebook, maka akan terbuka tab baru untuk membuka facebook. Kondisi ini akan membuat user lebih nyaman, karena dia pnya pilihan untuk pindah ke page sebelumnyad dengan mudah.

10.  Not Answering User Questions

www.velvetshop.com

Bagi saya website ini membingungkan karena tidak ada tagline yang jelas tentang apa isi dari page tersebut, Dan Title ID adalah The Velvel Shop, kata Shop membuat saya berpikir ini adalah salah satu tempat belanja online namun ternyata tidak. Tidak ada barang-barang yang dijual di website ini, hanya ada pemain-pemain music dan foto-foto. Dan tidak ada search box yang membuat saya bertanya apakah yang harus saya lakukan pertama kali? Dan tidak ada pilihan untuk searching hanya ada pilihan  untuk browsing.

 
Leave a comment

Posted by on October 24, 2011 in Interaction Design

 

QR Code – Tugas IMK 2

Pernah dengar soal QR Code? Apa sih QR Code? Apa tujuan dari QR Code ini? Bagaimana membuatnya? Interaksi apa yang bias kita buat dengan QR Code?

Pasti pertanyaan-pertanyaan itu yang muncul saat kita mendengar kata QR Code. Dan dengan tujuan membantu kalian yang penasaran dengan QR Code, sekaligus untuk memnuhi tugak kuliah Interaksi Manusia dan Komputer saya, maka saya akan mengulas sedikit tentang QR Code ini.

            QR Code merupakan suatu jenis matriks kode atau barcode dua dimensi yang dibuat dan dikembangkan oleh Denzo Wave yang pada waktu itu merupakan sebuah divisi Denso Corporation, sebuah perusahaan Jepang yang masih merupakan bagian dari Toyota group. QR di sini merupakan kependekan dari quick response, sebuah harapan dari pembuatnya bahwa kode ini akan cepat di-decode.

Kode ini amat populer di Jepang. Banyak perusahaan menggunakannya untuk aktivitas pemasaran dan promosi. Hampir semua jenis ponsel di Jepang dan Korea bisa membaca QR code. Kode ini mulai digunakan di berbagai media Eropa.

QR code dapat berperan  sebagai ”jembatan” penghubung secara cepat antara konten offline dan konten online. Kode ini memungkinkan audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya melalui ponsel secara efektif dan efisien. QR code bertindak seolah-olah hyperlink fisik yang dapat menyimpan alamat web (URL), nomor telepon, teks,  email, Map, Services, dan SMS.

Untuk dapat memanfaatkan teknologi QR code, ponsel wajib memiliki akses internet. Dengan bantuan ID (nomor digit), QR code tidak hanya dapat dibaca lewat ponsel berkamera, tetapi juga dengan ponsel tanpa kamera.

Pada ponsel berkamera, QR code bisa dibaca melalui aplikasi jenis QR code reader. Tidak seperti barcode yang hanya satu sisinya saja yang mengandung data, QR Code mempunyai dua sisi yang berisi data, dan ini membuat QR Code lebih banyak memuat informasi dibandingkan bar code. Hmm.. that’s great!!

Kapasitas data untuk QR Code dibandingkan matriks kode yang lain dapat dikatakan cukup besar, yaitu dapat menampung 7.089 data numerik, 4.296 data alphanumerik, 2.953 data biner, atau 1.817 karakter kanji, dengan dukungan kecepatan pendekodean dan ukuran cetak yang kecil. Hasil cetakan QR Code dikatakan juga tahan terhadap kerusakan sampai dengan 30% agar tetap dapat dibaca. Selain itu, QR Code dapat dibaca dari segala arah dengan hasil yang sama sehingga meminimalkan kesalahan baca akibat salah poisisi QR Code.

Dan saat ini sudah banyak aplikasi yang dapat membantu kita membuat QR Code secara cepat dan gratis. Contohnya saja http://goqr.me/ merupakan salah satu web yang saya gunakan untuk membuat QR Code ini. Di web ini pun sudah tersedia fasilitas yang memungkinkan membuat QR Code berdasarkan text, URL, Call, SMS, dan vCard. Tersedia pula option yang dapat membantu kita untuk memilih background color, data pixel color, margin around QR Code dan encoding. Selain itu, saya mencoba juga membuat QR Code di http://delivr.com/qr-code-generator. Coge type yang ditawarkan website ini lebih banyak, kita dapat membuat QR Code untuk URL, email, Services, Contact Information, Post a Tweet, Map, dan masih banyak lagi. That’s cool, right??

                           Ini adalah QR Code dengan Code type Email yang dikirim ke naddiaelsa@gmail.com dengan bertuliskan “I just want to try it”

                                           QR Code untuk  http://naddia1511.wordpress.com/

Dan di atas ini adalah QR Code untuk nama saya.

Untuk membaca QR Code, QR Code reader atau scanner yang dapat digunakan antara lain:

1. QR Code reader untuk perangkat handphone seperti yang disebutkan pada halaman Nokia

2. Aplikasi java yang dapat digunakan untuk desktop maupun perangkat handphone

3. Aplikasi QR Code reader dan 2D code lainnya untuk iPhone

Dan lain-lainnya … hhe,

NIM G64090009

 
Leave a comment

Posted by on September 29, 2011 in Uncategorized

 

Tugas Interaksi Manusia dan Komputer 1

Assalamu’alaikum wr.wb,

Berhubung masih nuansa hari raya Idul Fitri dan tugas ini juga merupakan THR (Tugas Hari Raya) jadi saya ingin mengucapkan “Minal Aidin wal Faidzin yaa..  Mohon Maaf Lahirdan Batin”. :)

Saat sedang mencari aplikasi yang unik atau menyebalkan ini saya membaca sebuah ulasan aplikasi di http://www.kasurkotor.com 

mengenai “Komputer Virtual di dalam  Browser”. Hmm.. berikut ulasannya :

G.ho.st singkatan dari Global hosted operating system merupakan sebuah komputer virtual yang bisa diakses di dalam browser / WebOS. Didalam G.ho.st sendiri memberikan apa yang dimiliki sebuah komputer pada umumnya seperti tempat penyimpanan data yang mecapai 15Gb, dan terintegrasi dengan aplikasi internet lainnya. Dan tampilannya sendiri dibuat persis dengan tampilan dari sistem operasi komputer pada umumnya.

Beberapa fitur menarik yang ditawarkan G.ho.st ini antara lain:

  1. Desktop Widgets (RSS Reader, Calculator, clock, Yahoo Weather, Google Search).
  2. Terintegrasi dengan aplikasi web pihak ketiga seperti Google Docs, meebo, Zohoo.
  3. File Sharing
  4. Tempat penyimpanan data yang disebut My G.ho.st drive mencapai 15Gb
  5. Space tempat penyimpanan data dapat di upgrade dengan cara mengundang teman untuk Sign in dengan referensi kalian dan akan mendapatkan extra 5Gb untuk setiap orang yang ikut.
  6. Email gratis. cth namakalian@g.ho.st

Di atas adalah ulasan yang saya baca mengenai aplikasi G.ho.st, cukup menarik bukan?

Oleh karena itu,saya mencoba mencari website yang bersangkutan dengan aplikasi G.ho.st ini di www.google.com dan dapatlah sebuah link yang menampilkan sebuah page log in ke dalam G.ho.st ini. Menurut saya, page ini cukup membingungkan karena hanya terdapat pilihan “Log In” dan “Reset”, sementara saya yang ingin mencoba “Sign Up” tidak menemukan pilihan yang dapat membantu saya ke page registrasi account. Di dalam page tersebut juga tidak ada bantuan langsung seprti di banyak website lainnya jika kita lupa pada password account kita. maksud saya tidak ada link “Forgot your password?” he..

Cukup membingungkan bagi saya yang baru menemukan website ini dan ingin mendaftar.

Page tersebut ditampilkan oleh http://cloudview.chinananosoft.com/m/login.jsp,    akhirnya saya mencoba membuka cloudview.chinananosoft.com  dan tetap cukup membingungkan untuk mencari pilihan untuk mendaftar dan memiliki account G.ho.st. :(

Dan ternyata tampilan dari cloudview.chinananosoft.com   sama dengan tampilan dari ghost.cc.  Memurut saya, pilihan yang ada di web tersebut  pun cukup membingungkan dan barang kali memangdi desain agar kita menjelajah seluruh isi website terlebih dahulu sebelum kita memutuskan untuk mendaftar dan memiliki account G.ho.st. Namun memang tampilan dari website tersebut cukup mearik dengan dominansi warna biru langintnya, terlihat sangat simple namun menarik.

Namun link-link ke page lainnya kurang begitu terlihat, contoh awalnya saya mengira gambar dengan tulisan Ghost Personal, Ghost Bussiness, Ghost Enterprise, Ghost Network Storage For IT, dan Become a Reseller adalah sebuah link, namun ternyata bukan, malah gambar kecil yang terletak di dekat awan dan tulisan Zvi Schreiber adalah sebuah link ke page screen shoot dari aplikasi G.ho.st.

Website yang simpel namun menarik ini memiliki banyak informasi di dalamnya, setiap tab di bagian atas page memiliki link ke page-page lain yang isi dari pagenya bersangkutan dengan menu ada di tab bagian atas tersebut. Dan akhirnya di menu IT, saya menemukan sub tab “Sign Up”.

Menurut saya, seharusnya tab “Sign Up” masih terletak di dalam page  http://cloudview.chinananosoft.com/m/login.jsp, karena lebih memudahkan saya sebagai user atau bisa juga ditampilkan lagi di Home, sehingga saya tidak harus membuka satu per satu menu yang ada di atas dan mencarinya lagi di sub menu yang ada di samping layar.

Setelah saya mencoba Sign Up untuk account G.ho.st tersebut, website ini tidak menampilkan pesan kepada saya bahwa saya telah berhasil memiliki accoun di G.ho.st ini. Dan ternyata email aktivasi telah langsung masuk ke email saya. Namun menurut saya hal ini tetap membingungkan karen atidak adanya pesan saya telah berhasil membuat account di G.ho.st.

Selain itu, hal yang cukup membingungkan saya lagi karena tidak ada button untuk pindah ke page Log In tadi, jadi page Log In tadi hanya dapat diakses dengan menambahkan “/m” di alamat URL home website tersebut.

Sebagai pengguna/user tentunya kita menginginkan interface yang dapat membuat kita lebih cepat dan mempermudah kita untuk mencapai tujuan kita, bukan interface yang dapat membingungkan pengguna/user sehingga harus mencari terlebih dahulu dimana button yang kita inginkan.

Hmm.. cukup sekian ulasan yang saya berikan, mungkin kurang menyebutkan kelebihan dan kekurangan dari aplikasi G.ho.st ini tapi lebih ke pengalaman saya yang tertarik pada aplikasi G.ho.st ini namun sulit untuk memiliki account-nya dikarenakan interface dari website yang menawarkan aplikasi G.ho.st ini.

Sangat disayangkan bukan, sebuah website yang menawarkan sebuah aplikasi browser yang menarik perhatian memiliki interface yang membingungkan user dan bisa jadi user keburu malas untuk memiliki account G.ho.st ini karena harus menjelajahi seluruh isi website hanya untuk mencari button “Sign Up”.

Wassalamu’alaikum wr.wb..

NIM    : G64090009

 
4 Comments

Posted by on September 8, 2011 in Uncategorized

 

himalkom

Himalkom IPB

 
1 Comment

Posted by on July 14, 2010 in Uncategorized

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
3 Comments

Posted by on July 1, 2010 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.